Jun 12, 2020

BOOK REVIEW INDONESIA | JOHN GREEN - AN ABUNDANCE OF KATHERINES


book review an abundance of katherines


#CeritaSiBowgel - Bowgel.com. BOOK REVIEW INDONESIA | JOHN GREEN - AN ABUNDANCE OF KATHERINES | Buku ini tuh sebenarnya udah lama banget saya baca. Dulu juga pernah saya publish reviewnya di Blog ewafebri. Akan tetapi, mengingat struktur tulisannya gak karuan, akhirnya saya kirim ke draft tulisan lagi. Dan hari ini saya ingin membuat review dengan tulisan yang lebih enak dibaca. hahaha.. Selamat membaca !

BOOK REVIEW INDONESIA | JOHN GREEN - AN ABUNDANCE OF KATHERINES 



book review john green an abundance of katherines


⭐⭐⭐



JUDUL : AN ABUNDANCE OF KATHERINES
PENULIS : JOHN GREEN
GENRE : YOUNG ADULT
TAHUN PENERBITAN : 2006
ISBN :   9780525476887
JUMLAH HALAMAN : 229
BAHASA : INGGRIS


BLURB


" Katherine V thought boys were gross. Katherine X just wanted to be friends. Katherine XVIII dumped him in an e-mail. K-19 broke his heart.

When it comes to relationships, Colin Singleton's type happens to be girls named Katherine. And when it comes to girls named Katherine, Colin is always getting dumped. Nineteen times, to be exact.

On a road trip miles from home, this anagram-happy, washed-up child prodigy has ten thousand dollars in his pocket, a bloodthirsty feral hog on his trail, and an overweight, Judge Judy-loving best friend riding shotgun--but no Katherines. Colin is on a mission to prove The Theorem of Underlying Katherine Predictability, which he hopes will predict the future of any relationship, avenge Dumpees everywhere, and finally win him the girl.

Love, friendship, and a dead Austro-Hungarian archduke add up to surprising and heart-changing conclusions in this ingeniously layered comic novel about reinventing oneself. "
 

THE REASON I READ


Alasan saya masih tetep klise. Gara-gara baca buku John Green, saya tertarik untuk baca buku ini juga, Gaya bahasa John Green yang ringan dan mudah dimengerti, bagi yang sedang belajar kayak saya ini menjadi salah satu alasan utamanya. 

Yang kedua, jujur biar gaya aja ! hahaha.. " wuidich bacaannya buku bahasa Inggris ! ". Nanti kan bisa dipajang di deretan Shelves GoodReads

Padahal sih sebenarnya saya sedang belajar bagaimana memahami sebuah cerita dalam bahasa Inggris. Huehuehue.. 

CHARACTER


Collin Singleton adalah seorang yang genius dan Prodigy yang tinggal di Tennese, Amerika. Dia tergolong genius dengan caranya sendiri. hehehe.. 

Kemampuannya merumuskan segala sesuatu membuatnya ingin memprediksi masa depannya juga. Bahkan tentang kisah cintanya dengan beberapa wanita bernama Katherine yang sering mencampakkannya. Hihihi.. Miris sekali. 

Hasan adalah sahabat Collin, seorang Muslim yang tinggal di Tennese. Dia teman yang mengharapkan Collin hidup normal layaknya anak remaja lainnya. hahaha.. Dia sangat memahami apa yang membuat Collin bisa menjadi lebih percaya diri. 

Katherine adalah nama-nama wanita yang telah mencampakkan Collin. Bahkan saking banyaknya, dia menambahkan nomor romawi di setiap nama belakang mantannya.

STORY


Colin seorang prodigy dan genius yang mampu membuat segala sesuatu dalam bentuk rumus layaknya matematika. Sebagai seorang remaja, dia pun juga ingin menjalin kisah cintanya. Dan cintanya selalu berlabuh pada seorang gadis bernama Katherine. 

Sayangnya, setiap gadis yang bernama Katherine selalu mencampakkan Colin. Hingga kemudian dia berniat membuat prediksi masa depannya, dengan menciptakan Anagram. Supaya kelak dia bisa mengetahui kemungkinan atas nasib cintanya. 

Saking seringnya dia jatuh cinta dengan nama yang sama, Colin bahkan menambahkan angka romawi di belakangnya. Hahaha,, 

Sebagai seorang sahabat (yang berani berterus terang), Hasan mengingankan Colin hidup normal layaknya remaja lain. Normal di sini mungkin lebih ke "take a easy" dengan kisah cintanya tanpa harus memikirkan membuat theorem (rumusan soal percintaan) segala. Hihi.. Ya hidup cukup dinikmati, gak perlu dibikin ribet. 

Itu pula alasannya, mengapa Hasan mengajak Colin untuk melakukan perjalanan (Roadtrips). Sebagai sahabat, Hasan paham betul, Roadtrips lah yang akan menyelamatkan dunia remaja Colin menjadi kenormalan baru (lah.. New Normal ?) layaknya remaja seusianya. hahaha..

MY IMPRESSION


Jika dibandingkan dengan buku John Green yang lainnya, menurut saya buku ini terkesan memaksakan alur ceritanya. Meski awalnya saya penasaran dengan judulnya, namun saat proses membaca bayangan saya tentang keseruan buku ini perlahan sirna. 

Sebenarnya tidak jelek, tapi mungkin kurang sreg buat saya aja. Hal ini saya simpulkan setelah membaca buku ini dan pada bagian pertengahan, saya hanya merasa.. "owh begini aja toh ceritanya.. " Rasa excited saya di awal mulai berkurang. hahaha.. 

Tadinya saya pikir, dengan modal nama "John Green" saya akan terhanyut dengan alur ceritanya seperti membaca The Fault In Our Stars atau Looking For Alaska. Tapi ternyata tak seheboh itu. Tapi lumayanlah untuk baca-baca, daripada baca berita Hoax mulu. hahaha,, 

Hal yang membuat saya masih betah membaca buku ini hingga akhir adalah adanya istilah-istilah baru yang digunakan oleh John Green. Seperti Smartypants, Anagram, Dingleberries, Theorem (rumus persamaan) dll. Bagi saya beberapa istilah itu menjadi perbendaharaan kata baru. Hehehe.. 

Owh iya, di buku ini juga penggunaan kata "kafir" terdengar sangat lucu. Hihihi .. Biasanya saya cukup sensi kalo ada orang yang dikit-dikit teriak kafir mulu, tapi dalam cerita ini, penempatannya biasa saja.  
 

Baca Juga : BOOK REVIEW PAPERTOWNS - JOHN GREEN


Cerita ini sih 100% fiktif. Memang ada ya kejadian sebenarnya punya pacar dengan nama yang sama (secara tak disengaja) kecuali memiliki obsesi tersendiri ? hahaha.. Sungguh gak masuk akal. Tapi namanya cerita ya dinikmati saja. hehhe.. 

WHAT I LEARN


Buku ini menceritakan tentang kisah persahabatan, percintaan, perjuangan hidup dan bagaimana sebuah cerita atau sejarah itu lebih mudah diingat dibandingkan dengan hal-hal yang bersifat pasti. 

Seperti angka-angka , ilmu matematika, atau segala sesuatu yang dihasilkan dengan rumus / ketentuan akan mudah dilupakan, dibandingkan dengan sejarah, moment, cerita, yang sekalipun penciptanya atau orang yang menyampaikan telah tiada, tapi cerita itu mampu bertahan lama.

Apalagi kalo cerita itu bisa tersebar dari mulut ke mulut. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketidakpastian. Karena cerita mudah ditambah dan dikurangi pada proses penyebarannya. hahaha.. Sementara ilmu pasti, dari awal hingga akhir akan memiliki hasil yang sama karena rumusnya ya itu-itu saja. 

Selalu ada kelebihan dan kekurangan dalam setiap sisi kehidupan. Tergantung bagaimana kita memilih dan menjalaninya. 


FAV. QUOTE


"Brain from knowing what can not be remembered" -- John Green

 

0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak. Demi kenyamanan bersama jangan menyertakan link hidup, spamming dan komentar SARA. Gunakan URL link untuk dikunjungi balik.